Ludomanistudier er et ressourcested for de gymnasiale uddannelser. Her kan lærere og elever finde inspiration, faglige vinkler og materialer til studieemnet ludomani. © 2013.

kisahku digigit kucing

Opgavebeskrivelse

Suatu hari saat saya masih kecil, tepatnya ketika saya duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan rajin mengikuti latihan karate. Saat itu hari masih sore tepatnya setelah adzan ashar, saya dengan semangat berangkat menuju lokasi latihan karate agar bisa segera bergabung dengan teman-teman seperti hari-hari biasanya. Namun ditengah-tengah perjalanan saya melihat dua ekor kucing berwarna orange dan abu-abu yang sedang berkelahi, menurut saya saat itu perkelahian dirasa tidak imbang karena kucing orange bertubuh lebih kecil dibandingkan dengan lawannya sikucing abu-abu. Akhirnya saya putuskan untuk melerainya dengan cara saya ambil dan menggendong sikucing orange agar terpisah dari perkelahian tersebut. Namun ketika saya membalikan badan saya, dan tanpa sepengetahuan saya tiba-tiba sikucing abu-abu menerkam saya dari belakang tepat pada kaki sebelah kiri, dan apesnya lagi sikucing abu-abu tersebut tidak hanya mencengkeram kaki kiri saya saja tapi juga menggigit dengan taringnya yang tajam. Alhasil kaki sebelah kiri saya terasa sangat sakit dibuatnya, dengan reflek kulempar menjauh si kucing orange lalu ayunkan kaki kiriku agar kucing abu-abu segera melepas gigitannya. Tetapi diluar dugaan kucing abu-abu masih erat mencengkeram kaki kiri saya dibagian paha tepatnya, akhirnya kupegang dan kutarik kucing tersebut sampai melepaskan gigitannya. setelah terlepas dari gigitan, kucing abu-abu kulempar kearah berlawanan dari kucing orange yang sudah lari menghilang entah kemana. Sikucing abu-abu pun lari sebelum saya sempat mendekatinya, karena tak ingin buang-buang waktu untuk segera mengikuti latihan karate, saya pun bergegas melanjutkan perjalanan dan tanpa saya sadari paha kiri terasa ada sesuatu yang aneh, setelah saya cek ternyata ada dua lubang kecil bekas gigitan kucing tadi yang mengeluarkan darah segar. Saya memutuskan untuk mampir kesalah satu teman saya dengan tujuan meminta pertolongan setidaknya memberikan beberapa helai kapas untuk menutup luka tersebut. Setibanya ditempat latihan saya pun melaksanakan latiha karate sesuai instruksi senpai (guru karate), selang beberapa menit berlatih ternyata kapas yang menutup bekas gigitan tadi tak mampu untuk menahan aliran darah yang keluar hingga tembus kecelana dan warna merah darahpun semakin terlihat jelas dari celana putih yang saya gunakan. Sang senpai yang melihat keadaan saya saat itupun menghampiri dan menanyakan apa yang telah terjadi sehingga paha saya berdarah, setelah saya ceritakan apa yang terjadi akhirnya senpai mengeluarkan saya dari sesi latihan saat itu juga dan menyuruh saya untuk pulang lalu menyarankan agar saya pergi kedokter dengan maksud luka yang saya alami segera tertolong dengan cara yang tepat. Itulah sedikit cerita dimasa kecil saya....

Opgave