Ludomanistudier er et ressourcested for de gymnasiale uddannelser. Her kan lærere og elever finde inspiration, faglige vinkler og materialer til studieemnet ludomani. © 2013.

Anak Demam Setelah Imunisasi DPT? Ini Dia cara Mengatasinya!

Bayi tidak hanya masih memiliki tubuh yang rentan namun juga ketahanan tubuhnya sehingga harus diberi imunisasi seperti DPT. Setelah dilakukan imunisasi, bayi biasanya akan demam dan rewel sehingga harus melakukan cara merawat bayi yang tepat agar tidak menimbulkan masalah yang serius. Imunisasi difteri, pertusis, dan tetanus ini adalah salah satu jenis vaksinasi yang harus diberikan ke anak.

Imunisasi DPT diberikan saat anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun yaitu saat usia 2, 4 dan 6 bulan untuk 3 pemberian pertama, kemudian 1,5-2 tahun untuk pemberian ke-4 dan usia 5 tahun untuk pemberian terakhir. Imunisasi yang harus diberikan saat kondisi anak sedang sehat ini memiliki efek samping yaitu demam ringan, bengkak di bagian yang di suntik, kulit yang di suntik menjadi sakit dan merah, anak lelah dan rewel yang biasanya terjadi 1-3 hari setelah imunisasi. Jika tidak dirawat dan dilakukan penanganan dengan tepat, bisa menimbulkan kejang, koma ataupun kerusakan otak.

Terdapat beberapa langkah perawatan yang bisa Anda lakukan. Pertama adalah dengan memberi ASI sesering mungkin. Hal tersebut disebabkan karena di dalam ASI terdapat kandungan yang bisa mengurangi peningkatan suhu badan. Kedua adalah dekap bayi Anda yang dikarenakan dekapan bisa bayi tidak terlalu terasa nyeri di bagian yang di vaksinasi. Ketiga adalah dengan menggunakan baju yang menyerap keringat misalnya baju yang terbuat dari bahan katun dan hindari untuk membedong atau memberi bayi selimut yang tebal.

Keempat adalah dengan menggunakan air hangat untuk mengompres. Hal tersebut disebabkan karena dengan air hangat bisa membantu untuk menurunkan resiko kejang-kejang saat suhu badan anak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan menggunakan air dingin. Kompresan dengan air hangat juga bisa membantu mengurangi pembengkakan pasca suntikan sehingga anak Anda akan merasa jauh lebih nyaman terutama di bekas suntikan yang terasa nyeri.

Selain dengan menggunakan air hangat, untuk mengompres bisa dilakukan dengan menggunakan air dingin dan parutan kentang. Kompresan dengan menggunakan air dingin sebaiknya dilakukan di bagian bekas suntikan karena biasanya jika bekas suntikan membengkak, suhu badan akan semakin naik dan nyeri bertambah. Karena itu, kompres dengan air dingin kurang lebih selama 20-30 menit setiap harinya di tempat bekas suntikan.

Sedangkan parutan kentang lebih umum diberikan ke anak balita. Kentang digunakan untuk mengopres karena makanan sumber karbohidrat tersebut mengandung senyawa aktif yang mampu untuk menurunkan suhu tubuh. Caranya adalah dengan menghaluskan kentang yang sudah dikupas dan dibersihkan. Kemudian masukkan parutan kentang tersebut ke dalam kaos kaki dan kenakan ke kaki anak Anda.

Merawat bayi setelah vaksinasi DPT bisa juga dengan cara berikut, yaitu:

Memberikan pijatan yang halus sehingga bayi akan merasa lebih nyaman.

Untuk melihat peningkatan atau penurunan suhu tubuh anak, Anda bisa menggunakan thermometer. Normalnya, peningkatan suhu anak akan berada disekitar suhu 38-10oC dan suhu tersebut akan turun setelah 1-2 hari. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dulu sehingga bisa memberikan jenis obat penurun panas yang sesuai dengan kondisi dan usia anak Anda terutama jika anak Anda memiliki riwayat kejang agar Anda juga tahu bagaimana penanganan yang tepat jika hal tersebut terjadi.

Hindari memberikan obat yang mengandung aspirin yang disebabkan karena pada sebagian kasus, pemberian obat dengan kandungan tersebut menyebabkan gangguan kesehatan seperti kerusakan hati dan otak yang bisa mengancam nyawa anak.

Sumber https://www.klikdokter.com/tanya-dokter/read/3603268/demam-pada-anak

Tilføj kommentar

CAPTCHA
Du skal lige bevise at du er et menneske.
Billed-CAPTCHA
Indtast tegnene som vises på billedet.